Pengertian
Komunikasi
Istilah
komunikasi berasal dari bahasa latin comunication yang berarti sama
dalam hal ini berarti sama makna. Menurut Effendi (1992) komunikasi
diartikan sebagai upaya seseorang untuk merubah pikiran, perasaan atau perilaku
orang lain. Menurut Mary Ann (1998) komunikasi merupakan elemen dasar
dari hubungan interpersonal untuk membuat, memelihara, dan menampilkan kontak
dengan orang lain.
Secara
paradigmatis, komunikasi merupakan proses penyampaian pesan oleh seseorang
kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap (attitude),
pendapat (opinion), dan perilaku (behaviour), baik langsung
secara lisan maupun tidak langsung melalui media massa (Effendy, 2002:2-4),
salah satu penyampaian pesan adalah dengan adanya komunikasi organisasi.
Komunikasi
organisasi
adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok
formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu
sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara
kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus
dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers,
dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang
disetujui secara sosial. Orientasinya bukan
pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.
Fungsi Komunikasi
Dalam Organisasi
Sendjaja (1994)
menyatakan fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:
- Fungsi informatif. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di samping itu juga informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti, dan sebagainya.
- Fungsi regulatif. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu:
a. Berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam tataran
manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua
informasi yang disampaikan. Juga memberi
perintah atau intruksi supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana
semestinya.
b. Berkaitan dengan pesan. Pesan-pesan regulatif pada
dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian
peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
- Fungsi persuasif. Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
- Fungsi integratif. Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi yang dapat mewujudkan hal tersebut, yaitu:
a. Saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam
organisasi tersebut (buletin, newsletter) dan laporan kemajuan organisasi.
b. Saluran komunikasi informal seperti perbincangan antar
pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun kegiatan
darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk
berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.
Proses Komunikasi Organisasi
Harold
Koontz menjelaskan terdapat lima faktor
atau kondisi yang mempengaruhi proses komunikasi dalam organisasi, yaitu :
1.
Pengiriman
Pesan (The sender of message)
2.
Penggunaan
saluran komunikasi untuk mengirim pesan (Use of a channel to transmit the
message)
3.
Penerimaan
Pesan (Receiver of message)
4.
Gangguan
dan umpan balik (Noise and feedback in communication)
5.
Situasi
dan faktor pengorganisasian pesan dalam berkomunikasi (Situational and
Organizational factors in communication)
Elemen
Komunikasi
1. Komunikator
Pengirim
pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan
pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya. Komunikator dapat dilihat dari
jumlahnya terdiri dari:
a.
Satu orang
b.
Banyak orang dalam
pengertian lebih dari satu orang
c.
Massa
2. Komunikan
Komunikan
(penerima pesan) adalah manusia yang berakal budi, kepada siapa pesan
komunikator ditujukan. Peran antara komunikator dan komunikan bersifat dinamis,
saling bergantian.
3. Pesan
Pesan
bersifat abstrak. Pesan dapat bersifat konkret maka dapat berupa suara, mimik,
gerak-gerik, bahasa lisan, dan bahasa tulisan. Pesan bersifat verbal (verbal
communication) :
a.
Oral (komunikasi yang dijalin
secara lisan)
b.
Written (komunikasi yang
dijalin secara tulisan)
Pesan
bersifat non verbal (non verbal communication) :
a.
Gestural communication
(menggunakan sandi-sandi à bidang kerahasiaan)
4. Saluran
komunikasi & media komunikasi
Saluran
komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber
kepada penerima. Terdapat dua cara :
a.
Non mediated communication
(face to face) secara langsu
b.
Dengan media
5. Efek
komunikasi
Efek
komunikasi diartikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam
diri komunikannya. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan :
a.
Kognitif (seseorang menjadi
tahu sesuatu)
b.
Afektif (sikap seseorang
terbentuk)
c.
Konatif (tingkah laku, hal
yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu).Umpan balik dapat dimaknai
sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan
Macam
Komunikasi
Ada 3
(tiga) macam komunikasi antara lain (Kariyoso, 1994) :
1. Komunikasi
searah
Komunikator
mengirim pesannya melalui saluran atau media dan diterima oleh komunikan.
Sedangkan komunikan tersebut tidak memberikan umpan balik (feedback).
2. Komunikasi
dua arah
Komunikator
mengirim pesan (berita) diterima oleh komunikan, setelah disimpulkan kemudian
komunikan mengirimkan umpan balik kepada sumber berita atau komunikator.
3. Komunikasi
berantai
Komunikan
menerima pesan atau berita dari komunikator kemudian disalurkan kepada
komunikan kedua, dari komunikan kedua disampaikan kepada komunikan ketiga dan
seterusnya.
Faktor
yang Mempengaruhi Komunikasi
Komunikasi
sering mengalami gangguan sehingga proses komunikasi tidak seperti yang
diharapkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya :
1.
Latar belakang budaya. Interpretasi
suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya,
sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan
maka komunikasi semakin efektif.
2.
Ikatan dengan kelompok atau
grup. Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati
pesan.
3.
Harapan. Harapan
mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang
diharapkan.
4.
Semakin tinggi pendidikan
akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar